buka puasa HISTra dan refleksi 1 Oktober
October 1st, 2007 by ikhsanhistrakemaren hari Senin 1 Oktober 2007, kawan-kawan HISTra ngadain acara buka puasa bareng di Magnet Cafe. sebenarnya acara direncanain jam 4 sore dengan agenda diskusi persoalan kesejarahan di Indonesia. maklum HISTra kan fokus kajian kesejarahan dan tranformasi sosial. Diskusi dan buka puas ini memang direncanakan sebagai wadah reflektif terhadap persoalan kesejarahan, karena sampai sekarang sejarah di Indonesia masih belum mencerahkan bagi kita sebagian besar masyarakat. Yang dipahami oleh masyarakat secara umum sejarah ya angka tahun, pahlawan dan pemberontak, perang-perang mendapatkan kemerdekaan yang nantinya diarahkan pada penanaman jiwa nasionalisme bangsa.
Ternyata perkembangan keilmuan sejarah sendiri tidak selarasa atau lebih lembutnya belum sejalan dengan kondisi dan prakteknya dilapangan (masyarakat). Kajian-kajian maapun pembahasan dan karya-karya penulisan sejarah di perguruan-perguruan tinggi sebenarnya telah memberikan sumbangan pengetahuan maupun informasi yang tidak hanya melulu menempatkan sejarah hanya sebagai alat egitimasi untuk memupuk jiwa nasionalisme(yang cenderung sempit). tapi sudah banyak yang menerapkan kritik sosial, kritik politil, maupun kritik budaya. Sehingga kita dihadapkan pada banyak pilihan yang dari situ akan terbangun kreatifitas dan kemajuan kebebasan mengembangkan diri.
kembali ke persoalan nasionalisme, untuk membangun dan membentuk jiwa manusia INdonesia yang berjiwa nasionalis, atau bahasa mudahnya cinta tanah air dengan segenap jiwa raga bukan terbentu dari cerita-cerita tokoh besar saja, justru jiwa ini dibentuk dari nilai-nilai kearifan lokal yang dipersatukan dalam jiwa kebersamaan antar daerah di Indonesia, kalau masing-masing paham dengan kearifan lokal, justru bukan nilai chauvinisme ataupun etnisitas yang muncul akan tetapi bagaimana dari kearifan lokal tersbeut dapat membangun wilayah lokal dan adaya penghormatan serta enghargaan terhadap kearifan lokal lainnya. kebanggaan terhadap entitas lokal bukan berarti secara membabi buta menganggap wilayah lainnya lebih jelek, tetapi secara arif dilihat bahwa mereka punya keunggulan tersendiri dan terbukalah pada hal-hal diluar kita.
Sejarah masyarat terbentuk dan terkondisikan akibat masyarakatnya sendiri, namun kadang-kadang ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang mengkliam bahwa sejarah atau peristiwa masa lampau menjadi sekelompok tertentu untuk kepentingannya. Maka tidak heran ketika negara menjadi satu-satunya lembaga yang bertanggungjwab terhadap sejarah bangsa, maka otoritas yang dimiliki digunakan untuk membuat standar penulisan sejarah bangsa INdonesia. mau tidak mau versi sejarah resmi negara inilah yang akan diajarkan pada lembaga pendidikan dasar dan menengah. salah satu alasan yang dibangun adalah agar lebih mudah dan terjadi keseragaman dalam pengajaran sejarah bangsa. padhal kalu kita cermati rentetan waktu dan peristiwa yang terjadi dalam sejarah menuju INdonesia terjadi tumpang tidih pelaku sejarah di INdonesia. semisal penyebutan antara pahlawan dan pemberontak, penjajah dan yang dijajah. Apakah invasi yang dilakukan oleh mataram ke wilayah Timur Jawa (termasuk Surabaya dan Madura) bukan merupakan penjajahan? kemudian peperangan-peperangan antar kerajaan masa Hindua/Budha di Jawa apakah dijadikan sebagai landasan pembentuk jiwa kebangsaan, bahkan Majapahit yang notabene dielu-elukan sebagai satu-satunya kerajaan dengan wilayah paling luas dan diklaim menjadi cikal bakal Indonesia juga mencerminkan semangat kebangsaan Indoensia?
ah itu mungkin hanya tafsir saya saja melihat berbagai persoalan terkait dengan sejarah di INdonesia, belum lagi terkait peristiwa seputar tahun 1965/1966 yang sampai saat ini masih menimbulkan konflik dan persoalan besar. NIlai-nilai keadilan yang disandang oleh masyarakat ternyata hanya impian belakan, meskipun jelas0jelas dalam Dasar Negara Kita Pancasila menyebutkan secara tegas “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indoensia”, namun ternyata masih banyak yang merasa orang Indonesia ini belum merasakan keadilan. yah mungkin ada benarnya ada peringatan kesaktian Pancasila, Pancasila benar-benar sakti sehingga dapat membius manusia-manusia dan mampu menebarkan ilmu-ilmu kesaktiannya guna membius orang-orang Indonesia. sehingga mereka yang benar-benar mau mengamalkan jurus dan ajaran Pancasila ini akan benar-benar sakti’
sekian sharing sedikit saya hari ini
wasalam